凋叶棕 – 置き捨て小傘怨み節 (Oki Sute Kogasa Uramibushi) Lirik Indonesia

Ane sebenarnya pengen nulis peringatan kalau lirik ini menggambarkan kisah ‘perselingkuhan’ dan ‘kangen mantan’ tapi rasanya terlalu puitis buat tema lebay seperti itu, meski MEMANG lagu ini bertemakan seperti itu.

Kogasa, sebuah payung yang ditinggal pemiliknya pergi mencari pemiliknya yang dulu karena dia berharap bisa kembali berguna untuknya. Sayang, kenyataan berkata lain dan memilukan untuk bisa diterima oleh hatinya.

Thanks buat Releska untuk translasi English-nya.
P.S.:
-Ri adalah ukuran jarak yang digunakan Jepang pada jaman dahulu. 1 ri sekitar setengah kilometer.
-Pada bait ke-10, 雨傘 yang berarti payung tertulis, tapi yang dinyanyikan adalah ‘onna/女’ yang berarti wanita. Menggambarkan kalau Kogasa memandang payung yang dipakai pemiliknya sebagai seorang wanita yang telah merebut genggaman tangan pemiliknya.

—————————————

置き捨て小傘怨み節
oki sute kogasa uramibushi
Ratapan Sebuah Payung yang Ditinggal Pemiliknya
万年置き傘にご注意を | 東方星蓮船 (TH12 UFO ~Kogasa’s Theme~)
Vokal: めらみぽっぷ (meramipop)
Lirik + Aransemen: RD-Sounds
Circle: 凋叶棕
Album: 謡 -utai-
Dirilis saat event: C78

—————————————–

遥か昔か終ぞ昨日か
生まれも知らぬ我が身なれども
この胸の奥に宿る灯火は
嘗ての主を求めて

haruka mukashi ka tsuizo kinou ka
umare mo shiranu wagami naredomo
kono mune no oku ni yadoru tomoshibi wa
katsute no aruji wo motomete

Apakah di masa dulu, ataukah di hari esok yang belum ‘ku ketahui?
Meski tiada ‘ku tahu akan kelahiranku,
Cahaya yang bersemayam dalam dadaku
Merindukan pemilikku yang dulu.

灯火一つ 行く先照らす
道程遥かな 旅路なれども
募る思いに 心を焦らす
こんなの苦にも なりゃせんと

tomoshibi hitotsu yukusaki terasu
michinori haruka na tabiji naredomo
tsunoru omoi ni kokoro wo jirasu
konna no ku ni mo naryasen to

Sebuah lentera menyinari jalan di depanku.
Meski sudah jauh ‘ku berkelana,
Hatiku terus tersiksa oleh perasaan yang semakin menjadi ini.
Tiada ‘ku bisa terbiasa ‘tuk merasakannya!

おぼろげな記憶 さても恋しく
あの手の温もりを どうかも一度
あなたに抱かれた かつての場所へ
艱難辛苦を 乗り越えて

oboroge na kioku satemo koishiku
ano te no nukumori wo douka mo ichido
anata ni dakareta katsute no basho e
kannanshinku wo norikoete

Ingatanku semakin pudar; meski begitu, masihlah kurindukan dirinya.
Andai ‘ku bisa merasakan kembali kehangatan tangan itu…
‘Ku pergi ke tempat dulu di mana diriku engkau dekap,
Melewati berbagai macam rintangan.

提灯行灯
蛇の目揺らして
下駄の音響く先
どこまでもあなた…

chouchin andon
ja no me yurashite
geta no ne hibiku saki
doko made mo anata…

Lentera kertas
Berayun bagai bandul.
Di arah tujuanku di mana bunyi getaku bergema,
Di mana pun itu, engkau ‘kan ada di sana…

ああ愛おしきひとよ我が主
千里の果てより今参らんと
胸の火に焦がされ歩むこの道
主のもとへ続くこの恋路

aa ai oshiki hito yo waga aruji
senri no hateyori ima mairan to
mune no hi ni kogasare ayumu kono michi
aruji no moto e to tsudzuku kono koiji

Ahh, wahai pemilikku, orang yang ‘ku cintai.
Sekarang ‘ku telah berkelana sejauh 1000 ri.
Jalan ini terbakar oleh api dalam dadaku kala ‘ku berjalan di atasnya.
Jalan cinta menuju engkau, wahai pemilikku.

見渡す限りの雨傘模様
しとどさざめく連れ合いの中に
あなたは独り肩を濡らして
雨の上がりを待つのでしょう

miwatasu kagiri no amagasa moyou
shitodo sazameku tsureai no naka ni
anata wa hitori kata wo nurashite
ame no agari wo matsu no deshou

Corak-corak payung sejauh mata memandang.
Dalam kumpulan suami-istri yang basah kuyup ini,
Apakah pundakmu basah selagi engkau berdiri sendirian?
Apakah engkau masih menunggu hujan ‘tuk reda?

雨傘なんぞは主人に持たれ
雨に身晒すのが幸せだから
わちきは必ずその手に戻り
きっとこの身を捧げましょう

amagasa nanzo wa shujin ni motare
ame ni mi sarasu no ga shiawase dakara
wachiki wa kanarazu sono te ni modori
kitto kono mi wo sasagemashou

Mengapa payung di pegang oleh pemiliknya?
Karena, meski para payung itu harus menghadapi hujan, mereka tetaplah bahagia.
‘Ku pasti ‘kan kembali dalam genggaman tanganmu,
Dan pasti ‘kan menyerahkan diri ini padamu.

砂払い
片目隠して
下駄の音響く先
いつまでもあなた…

suna harai
katame kakushite
geta no ne hibiku saki
itsu made mo anata…

‘Ku sapu pasir,
Lalu menutup mataku.
Di arah tujuanku di mana bunyi getaku bergema,
Kapan pun itu, engkau ‘kan ada di sana…

ああ愛おしきひとよ我が主
袖振れ合うのはあなたですかと
胸の火に焦がされ探すこの道
主のもとへ続くこの恋路

aa ai oshiki hito yo waga aruji
sode fure au no wa anata desu ka to
mune no hi ni kogasare sagasu kono michi
aruji no moto e to tsuzuku kono koiji

Ahh, wahai pemilikku, orang yang ‘ku cintai.
Sosok yang melambaikan tangannya… apakah itu engkau?
Jalan ini terbakar oleh api dalam dadaku kala ‘ku mencarimu.
Jalan cinta menuju engkau, wahai pemilikku.

雨のけぶる
懐かしき影
その手には見知らぬ
雨傘の姿

ame ni keburu
natsukashiki kage
sono te ni wa mi shiranu
onna no sugata

Sosok yang ‘ku rindukan
Nampak kabur dalam guyuran hujan.
Namun, bisa ‘ku lihat dalam genggamannya
Seorang yang belum pernah ‘ku lihat.

ああ恨めしきひとよ我が主
燃える燃え上がる鬼火を胸に
行く先も分からぬ傘が独り
置き捨て小傘の怨み節

aa urameshiki hito yo waga aruji
moeru moeagaru onibi wo mune ni
yukusaki mo wakaranu kasa ga hitori
oki sute kogasa no uramibushi

Ahh, wahai pemilikku, orang yang ‘ku benci.
Bunga api bergejolak dan membara dalam dadaku.
Payung yang tiada tahu kemana tujuannya kini sendirian.
Inilah ratapan sebuah payung yang ditinggal pemiliknya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s