Feuille-Morte – River Lirik Indonesia

27b1196989a5780c770b7318b128302c

Akustikan ala RD-Sounds dengan vokal meramipop kadang ngebikin ane berharap FgE juga punya lagu akustik satuuu saja!! Sayang hal itu tidak akan pernah bisa terealisasikan karena mereka sudah bubar orz

Feuille-Morte sendiri adalah circle lain RD-Sounds yang merilis album perdananya di event M3-36. Lagu-lagu di album ini sendiri semuanya adalah original arrange dan bukan dari Touhou, mungkin karena itulah RD tidak membawa nama Diao ye Zong sebagai nama circle-nya kali ini.

Lagu ini menceritakan sebuah kisah tentang seseorang yang menanti kedatangan seorang pria yang pergi jauh. Mereka berjanji ‘tuk bertemu lagi, dan meski telah lama ia pergi, dan telah lama ia menanti, janji itu tak’kan pernah terputus.

Thanks buat Shion untuk translasi Inggris-nya.

—————–

River
Vokal: めらみぽっぷ
Aransemen + Lirik:RD-Sounds
Circle: Feuille-Morte
Album: ミソロジア
Dirilis saat event: M3-36

——————-

紅い日が落ちる 夕暮れ 全て紅く染まって
その中に一人佇む 彼女の名も【紅】
物憂げに 頼りなさげに 揺れる水面の先に
遠くへと行ってしまった彼の姿を想う

akai hi ga ochiru yuugure subete akaku somatte
sono naka ni hitori tatazumu kanojo no na mo [Scarlet]
monouge ni tayori nasage ni yureru minamo no saki ni
tooku e to itteshimatta hito no sugata o omou

Dalam senja di mana matahari terbenam mewarnai segalanya dalam warna merah,
di tengah semua itu, seorang gadis bernama “Scarlet” berdiri terpaku.
Di depan permukaan air yang bergelombang, dengan kesenduan,
gadis itu memikirkannya, sosok seseorang yang pergi jauh…

ーーー嗚呼。 「紅い日、紅い河」あのとき交わした言葉は。
今もまだ私をここに留めているのに。

—-aa. “akai hi, akai kawa” ano toki kawashita kotoba wa.
ima mo mada watashi o koko ni todometeiru no ni.

—Aah, “Hari merah, sungai merah,” kata-kata yang kita ucapkan di hari itu.
Saat ini pun, aku masih berada di sini, di mana diriku biasa berada…

必ず帰って来るからと どうか待っていて欲しいと
再会の契りはここで その背中を送った
来る日も また 来る日も この橋 渡り来るものを
待ち続けて 今日も そうして日がまた落ちゆく

kanarazu kaettekuru kara to douka matteite hoshii to
saikai no chigiri wa koko de sono senaka o okutta
kuru hi mo mata kuru hi mo kono hashi watarikuru mono o
machitsudzukete kyou mo soushite hi ga mata ochiyuku

“Aku pasti akan kembali” dan “Kuingin dirimu menunggu kembalinya diriku,”
dengan janji-janji itu, kuucapkan perpisahanku padamu, dari balik punggungmu.
Hari-hari terus datang, lagi dan lagi, dan hari ini pun diriku masih menunggu orang itu
‘tuk melintasi jembatan ini, dan hari ini pun matahari kembali terbenam…

紅い紅い その河辺に 咲く一輪の花のように
帰りを待つその影は 夕闇に紛れ
紅い紅い その水面に 映る姿が揺れるたび
けして戻らぬ時間の 流れるのを知る

akai akai sono kawabe ni saku ichirin no hana no you ni
kaeri o matsu sono kage wa yuuyami ni magire
akai akai sono minamo ni utsuru sugata ga yureru tabi
keshite modoranu jikan no nagareru no o shiru

Pada sisi sungai yang merah, merah itu, sebuah bayangan yang menanti
kembalinya seseorang bercampur dalam senja bagai sebuah bunga yang mekar sendirian.
Bentuk gelombang yang dicerminkan oleh air yang merah, merah itu
tahulah akan aliran waktu yang tak’kan pernah bisa kembali lagi…

何度 星を数えたろう 何度 声を幻聴いたろう
待つことの 苦しさよりも 時が この身を苛む

nando hoshi o kazoetarou nando koe o kiitarou
matsu koto no kurushisa yori mo toki ga kono mi o sainamu

Sudah berapa kali aku menghitung bintang-bintang? Sudah berapa kali aku berpikir telah mendengar suaramu?
Bukanlah rasa sakit akan menanti dirimu, tetapi waktulah yang menyiksa tubuhku…

ーーー嗚呼。朽ち行くこの身が 約束を阻むのならば 永遠を欲した
そう、願った。

—aa. kuchiyuku kono mi ga yakusoku o habamu no naraba eien o hoshiita
sou, negatta

—”Aah, bila tubuhku yang membusuk ini akan menghalangi janji ‘tuk mencari keabadian itu…”
Itulah yang aku harapkan…

この身が朽ちる前に この心が移ろう前に
永遠を手にすること この場所でいつまでも…

kono mi ga kuchiru mae ni kono kokoro ga utsurou mae ni
towa o te ni suru koto kono basho de itsumademo…

Sebelum tubuh ini membusuk, sebelum hatiku sudah tidak peduli lagi,
Aku harus mendapatkan keabadian, sampai kapanpun di tempat ini…

紅い紅い この河瀬が 人の心を聞くのなら
水底に沈むそれの 願いを聞くのか
こうして 紅い紅い この河辺に ひときわ紅い花が咲く
帰りを待つその姿 けして枯れぬ花

akai akai kono kawase ga hito no kokoro o kiku no nara
minasoko ni shizumu sore no negai o kiku no ka
koushite akai akai kono kawabe ni hitokiwa akai hana ga saku
kaeri o matsu sono sugata keshite karenu hana

Bila air terjun merah, merah itu bisa membaca pikiran seseorang,
apakah ia akan mendengarkan permohonan yang telah tenggalam sedalam air ini?
Kemudian, di sisi sungai yang merah, merah ini, bunga merah terang telah mekar
ialah bunga yang tak’kan pernah layu, menanti sosok itu untuk kembali.

いつしか 紅く紅く咲いたその花 彼を迎えるその日まで
美しき【赤色の花】は紅く紅く咲き誇る
紅く紅く咲いたその花 今も一輪揺れているのは
いつか帰る彼のためと 今も 待ち続けている

itsushika akaku akaku saita sono hana kare o mukaeru sono hi made
utsukushiki [SCARLET] wa akaku akaku sakihokoru
akaku akaku saita sono hana ima mo hitowa yureteiru no wa
itsuka kaeru kare no tame to ima mo machitsudzuketeiru

Bunga merah, merah terang yang mekar tanpa diketahui itu, akan tetap mekar dengan indahnya
hingga pada hari di mana dia bisa bertemu dengannya lagi.
Bunga merah, merah terang yang mekar itu masihlah berayun-ayun
menanti kembalinya dirinya suatu hari nanti. Saat ini pun ia masih menunggu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s